Simulasi Jaringan Sederhana Menggunakan Cisco Packet Tracer

Cisco Packet Tracer adalah aplikasi simulasi jaringan yang dirancang untuk membantu pembelajaran dan pelatihan dalam dunia jaringan komputer. Dengan alat ini, pengguna dapat membuat, menguji, dan memahami bagaimana jaringan bekerja tanpa harus menggunakan perangkat fisik.

kali ini saya akan menjelaskan secara singkat mengenai fungsi Cisco Packet Tracer serta panduan membuat simulasi jaringan sederhana sebagai langkah awal memahami konsep dasar jaringan.

Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.



Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco

Device-device yang terdapat dalam Cisco Packet Tracer diantaranya adalah Router, Switch, End Devices (server, komputer, laptop, Server), dan kabel. Kabel memiliki beberapa jenis, yang akan dibahas disini adalah kabel straight dan kabel cross.

Namun, jika kesulitan dalam menentukan penggunaan kabel, Cisco menyediakan pilihan kabel yang mengotomatisasi penggunaan kabel yang benar sesuai dengan kebutuhan.

Selanjutnya, kita  akan mencoba membuat simulasi jaringan sederhana seperti gambar di bawah ini:



Hal pertama yang harus dilakukan yaitu buka software Cisco Packet Tracer kalian, lalu susun simulasi jaringan diatas yang terdiri atas 1 router, 2 buah switch, 2 buah server, 6 buah PC, dan 2 buah laptop. Menggunakan router dengan jenis 1841, switch dengan jenis 2950-24, dan server PT, PC, dan laptop yang terletak pada device yaitu end devices seperti gambar dibawah ini:



Selanjutnya, koneksikan setiap device dengan menggunakan konektor kabel straight, pada Cisco dilambangkan dengan garis hitam untuk kabel straight. Koneksikan Router dengan Switch, Switch dengan Server, Switch dengan PC, dan Switch dengan Laptop menggunakan kabel straight. Atau jika kesulitan gunakan kabel koneksi otomatis agar lebih mudah.

Selanjutnya, cek apakah lampu pada kabel yang mengkoneksikan antara Router dengan Switch sudah berubah warna. Jika masih berwarna merah, berarti koneksinya masih belum berhasil, jika warnanya berubah menjadi orange, artinya koneksinya masih di proses, dan jika sudah berwarna hijau artinya device tersebut berhasil terkoneksi seperti gambar dibawah ini.



Selanjutnya mengatur IP Configuration pada masing-masing End Devices dengan cara Klik pada bagian PC-PT PC0 >> Desktop >> Isi IP Configuration seperti gambar dibawah ini.


Klik pada bagian PC-PT PC3 >> Desktop >> IP Configuration tetapi ubah IP Configuration menjadi 192.168.20.11 dan Default Gateway 192.168.20.10 dan lakukan hal yang sama pada PC, Laptop dan Server lainnya dengan membedakan 2 angka akhir IP Configurationnya. 



Agar bisa melakukan simulasi, sambungkan Router dengan 2 Switch dengan mengaktifkan Port Status serta mengatur IP Address pada bagian Interface seperti gambar dibawah ini.



Jika sudah, lakukan simulasi dengan cara klik Add Simple PDU(P) >> klik pada PC-PT PC0 ke PC-PT PC1 >> klik pada PC-PT PC1 ke PC-PT PC2 >> klik pada PC-PT PC3 ke PC-PT PC2. 


Setelah membuat simulasi didapat hasil simulasi pada software Cisco Packet Tracer dapat dilihat pada gambar diatas, terlihat bahwa proses pengiriman Protocol Data Unit (PDU) dari PC0 ke PC1 telah berhasil dengan sukses. Setelah itu, proses pengiriman PDU dari PC1 ke PC2 juga terbukti berhasil, menunjukkan adanya komunikasi yang efektif antara kedua perangkat tersebut dalam jaringan.

Yang menarik, hasil pengiriman PDU dari PC3 ke PC2 juga berhasil, menegaskan bahwa jaringan telah memungkinkan perangkat untuk saling berkomunikasi secara dua arah. Keberhasilan dalam pengiriman PDU antara ketiga PC ini menggambarkan kualitas konektivitas dan konfigurasi jaringan yang baik. Dengan demikian gambar diatas menunjukkan bahwa proses komunikasi antar-PC berlangsung dengan lancar, memberikan keyakinan bahwa infrastruktur jaringan telah dibangun dengan efisien dan efektif.

Kesimpulan  
Local Area Network (LAN) adalah jaringan komputer yang menghubungkan perangkat-perangkat dalam area terbatas seperti kantor, sekolah, atau rumah. LAN biasanya digunakan untuk berbagi sumber daya seperti printer, file, dan koneksi internet secara lokal. Aplikasi Cisco Packet Tracer adalah sebuah simulasi jaringan yang dikembangkan oleh Cisco Systems. 

Aplikasi ini digunakan untuk merancang, mengkonfigurasi, dan mensimulasikan jaringan komputer, termasuk perangkat seperti router, switch, dan PC. Packet Tracer berguna bagi mahasiswa, instruktur, dan profesional IT untuk memahami konsep jaringan dan melakukan latihan tanpa perlu perangkat keras fisik. Dengan Packet Tracer, pengguna dapat menguji konfigurasi jaringan, melihat interaksi antara perangkat, serta memahami cara kerja protokol jaringan secara praktis. 

Video berikut akan memandu Anda mengenal tampilan antarmuka Cisco Packet Tracer dan menunjukkan cara membuat simulasi jaringan sederhana. Cocok bagi pemula yang ingin mulai belajar praktik dasar jaringan komputer secara interaktif.

Salam!








Komentar